Demikian data yang disampaikan Komisi Penanggulangan AIDS atau KPA Bali pada hari AIDS se-dunia, Selasa (1/12/2009).
KPA memperkirakan bertambahnya pengidap HIV/AIDS di Bali berasal dari kalangan anak dan remaja. Dari 3.047 kasus, sekitar 47 persen merupakan orang berusia 20-29 tahun dan dua persen di antaranya berusia 15-20 tahun.
Berdasarkan data KPA Bali, kasus HIV/AIDS telah tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali. Dari 3.047 kasus yang terpantau, misalnya, sekitar 66 persen tertular akibat hubungan heteroseksual yang juga ditularkan oleh pekerja seks komersial yang bekerja di kafe-kafe hingga ke pedesaan.
Koordinator Kelompok Kerja Humas dan Informasi KPA Provinsi Bali dr Mangku Karmaya menyatakan bakal melakukan program mitigasi bagi anak-anak korban langsung maupun yang orang tua mereka tertular HIV/AIDS. Tujuannya menghindarkan mereka dari stigma dan diskriminisasi.
Program mitigasi yang telah dijalankan selama adalah pada anak yatim-piatu yang orang tuannya meninggal akibat infeksi HIV/AIDS. "Jangan sampai anak-anak ini menjadi korban untuk kedua kalinya," kata Karmaya di kantornya, Jalan Melati, Denpasar, Selasa (1/12/2009).
Selain itu, KPA Bali menyusun program pengadaan klinik konseling dan tes (VCT) HIV/AIDS. Targetnya, terdapat 50 persen klinik VCT dari total 115 Puskesmas di Bali pada tiga tahun mendatang.
(gds/djo)











































