Pengusung Yakin Tidak Bisa Dibeli Siapapun

Usut Skandal Bank Century

Pengusung Yakin Tidak Bisa Dibeli Siapapun

- detikNews
Selasa, 01 Des 2009 15:33 WIB
Pengusung Yakin Tidak Bisa Dibeli Siapapun
Jakarta - Dalam sidang paripurna, pengusul Hak Angket Century tidak diperkenankan membacakan poin-poin penting alasan penggunaan hak angket dalam kasus skandal Bank Century. Meski hal ini berdasar pada kesepakatan seluruh peserta sidang, namun cara ini terlihat ganjil dari mekanisme biasanya.

Tak puas dengan putusan Ketua DPR Marzuki Alie itu, salah satu pengusul hak angket Century dari FPDIP, Maruarar Sirait pun membacakan poin-poin itu di luar ruang sidang. Selain membacakan poin-poin tersebut, Maruarar juga menegaskan keyakinanya bahwa para pengusul hak angket Century tak bisa dibeli.

"Tadi kita tidak diberi kesempatan bicara, maka di sini kami bacakan saja poin-poinnya," kata Maruarar di Gedung DPR, Selasa (1/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelima poin yang dibacakan maruarar tersebut adalah, hak angket Century untuk menilai sejauh mana pemerintah melaksanakan aturan main yang terkait dengan dana talangan atau bail out Rp 6,7 triliun yang diberikan kepada Bank Century.

Kedua, mengurai secara transparan kasus ini, ketiga menyelidiki ke mana sajakah aliran dana Bank Century. Keempat, menyelidiki kenapa terjadi pembengkakan Rp 6,7 triliun, padahal Bank Century adalah bank kecil. Serta kelima mengetahui seberapa besar kerugian negara dalam kasus ini.

"Kami minta agar kita dikawal," pinta pria yang biasa dipanggil Ara ini menambahkan.

Selain itu, Ara menjelaskan, ada empat poin yang dia kemukakan terkait dengan usulan hak angket Century ini. Pengusul hak angket Century menurut Ara memiliki empat komitmen.

"Kita tidak bisa dibeli, tidak bisa ditakut-takuti, tidak bisa dibodoh-bodohi dan kita punya rasa malu," cetusnya.

(anw/yid)



Berita Terkait