Sigid mengaku pertama kali menggelontorkan uang Rp 150 juta dan 2 buah HP Blackberry pada Kombes Pol Chairul Anwar, ketua tim pertama yang dibentuk Kapolri untuk menyelidiki dugaan teror yang dilakukan Nasrudin.
Hal ini mengemuka saat menjadi saksi bagi terdakwa Kombes Pol Wiliardi Wizar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (1/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah lagi Sigid mengaku selalu memberikan tambahan uang Rp 10 hingga Rp 12 juta per bulan bagi pengawal Antasari yang berasal dari kepolisian.
'Kedermawanan' Sigid pun dipertanyakan oleh majelis hakim.
"Saudara Sigid, Anda sangat royal. Mengapa? Apakah anda termasuk markus (makelar kasus) di KPK, mengelus-elus KPK dengan tujuan tertentu?" tanya majelis hakim yang diketuai oleh Artha Theresia ini.
"Bukan, Yang Mulia," jawab Sigid pelan.
"Lalu kenapa anda mau memberikan uang ini? Anda kan pengusaha, apa membantu agar nanti jika punya kasus tidak dilanjutkan oleh KPK?" tanya majelis.
"Bukan itu, Yang Mulia," jawab Sigid pelan.
(rdf/nrl)











































