Kontras Minta Pemerintah Selidiki Kekerasan di LP Abepura

Kontras Minta Pemerintah Selidiki Kekerasan di LP Abepura

- detikNews
Selasa, 01 Des 2009 10:01 WIB
Jakarta - Kontras mendesak pemerintah mengusut pemukulan terhadap napi Buchtar Tabuni di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Abepura, Papua. Pemukulan ini telah memicu kerusuhan di LP tersebut pada 26 November 2009.

"Kami juga minta Komisi III DPR untuk segera turun ke LP Abepura untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya," kata Koordinator Kontras Usman Hamid dalam rilisnya, Kamis (1/12/2009).

Pemukulan ini diduga dilakukan oleh lima orang yaitu Robi Korua, Samsul Bakri, Yancen Korwa, David Ongge dan Theo Awii. "Mereka mengeroyok korban secara bersama-sama dan melakukan pemukulan terhadap Buctar Tabuni secara tidak berperikemanusiaan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Se-Indonesia (AMPTI) Markus Haluk menyatakan kekerasan di LP Abepura bukanlah yang pertama kali terjadi.

Laporan Human Rights Watch (HRW) serta beberapa LSM di Papua menyatakan  telah terjadi lebih dari 20 kali kasus kekerasan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Abepura.

"Tidak berkeperimanusiaan sekali perlakuannya terhadap napi," katanya.

Menkum HAM Patrialis Akbar, sebelumnya, menyatakan kerusuhan di LP itu  bermula saat warga binaan LP yang juga tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) Butar Tabuni ditahan dengan 2 anggota TNI titipan Oditur Militer serta seorang polisi.

Kemudian terjadi kesalahpahaman yang akhirnya menimbulkan kerusuhan di LP tersebut. Karena kerusuhan itu LP Abepura hancur dan kaca-kacanya pecah.

(nal/iy)


Berita Terkait