Keluarga Politikus Berkuasa Bantah Terlibat

Pembantaian Massal di Filipina

Keluarga Politikus Berkuasa Bantah Terlibat

- detikNews
Senin, 30 Nov 2009 15:06 WIB
Keluarga Politikus Berkuasa Bantah Terlibat
Manila - Keluarga politikus berkuasa di Filipina selatan membantah terlibat dalam pembantaian massal di wilayah itu. Sebanyak 57 orang tewas dalam peristiwa mengerikan itu.

Zaldy Ampatuan, Gubernur Maguindanao, wilayah otonomi muslim di Filipina selatan, membantah tudingan keterlibatan itu dalam konferensi pers di kediamannya. Sedangkan ribuan pendukungnya berkumpul di luar kediaman Ampatuan.

Dikatakan Ampatuan, keluarganya telah menyewa sekelompok pengacara untuk membela Andal Ampatuan Jr., saudara laki-lakinya yang telah ditahan sebagai tersangka utama pembantaian 23 November itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ampatuan menegaskan keluarganya tidak bersalah. Dia meminta publik untuk menghormati hukum dan tidak berprasangka buruk pada mereka.

Sebagai bentuk dukungan, sekitar 30 walikota dari wilayah tersebut datang ke kediaman Ampatuan untuk membela klan tersebut. Sekitar 2 ribu pendukung, kebanyakan kaum muda, menggelar aksi di luar rumah Ampatuan untuk mendukung keluarga tersebut.

Sebelumnya ribuan tentara dengan didukung tank-tank tempur telah melucuti hampir 400 milisi yang loyal pada keluarga Ampatuan. Presiden Filipina Gloria Arroyo tengah mendapat tekanan domestik dan luar negeri untuk mengambil tindakan tegas terhadap keluarga Ampatuan, sekutu politiknya sejak lama.

Pembantaian mengerikan itu terjadi ketika konvoi rombongan Wakil Walikota Esmael Mangudadatu diserang sekitar 100 pria bersenjata. Mereka diserang saat akan mengajukan berkas-berkas pencalonan Mangudadatu yang ingin menantang Gubernur Zaldi Ampatuan dalam pemilihan mendatang. Lebih dari 30 jurnalis yang diundang untuk meliput event pencalonan gubernur itu tewas mengenaskan.

Secara keseluruhan 57 orang tewas. Mereka ditembak dari jarak dekat. Kelompok bersenjata itu diduga dipimpin oleh saudara laki-laki Zaldy, Andal Ampatuan Jr.

(ita/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads