"Bagaimana yang saya katakan sebagai jenderal itu pantang untuk bertanya kenapa saya dimutasikan," kata Susno usai sertijab di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (30/11/2009).
Susno pun tidak merasa 'dikorbankan' karena pemutasian tersebut, meski sudah dijelaskan Irwasum kalau Susno tak terbukti bersalah.
"Oh tidak. Tidak merasa dikorbankan," imbuhnya.
Susno pun membantah kalau nama dirinya disebut sebanyak 28 kali dalam rekaman dugaan rekayasa pimpinan KPK.
"Dari transkrip rekaman tersebut tidak benar nama SD disebut sampai 28 kali," imbuhnya.
Menurut Susno, berapa banyak nama seseorang yang disebut dalam rekaman tak bisa dijadikan ukuran kalau orang itu adalah si perekayasa.
"Sebutan Truno 3 bukanlah Kabareskrim melainkan Direktur III Tipikor," kata dia.
Susno mengatakan, dalam tata urutan nomorisasi pejabat Mabes Polri, Kareskrim masuk dalam urutan ke lima. "Setelah Kapolri, Wakapolri, Irwasum, dan Kababinkam," jelasnya.
Dalam rekaman itu, lanjut Susno, Anggodo tidak menjelaskan perannya dalam merekayasa pimpinan KPK.
"Semua kalimat terkait SD bersifat normatif terkait dengan rangkaian penyidikan sebagaimana yang diatur KUHAP," imbuhnya.
Susno pun mempertanyakan, bagaimana mungkin dirinya yang tidak mempunyai peran signifikan dan tidak dilibatkan secara langsung dalam penyidikan bisa dapat merekayasa kasus pimpinan KPK.
"Selain daripada itu SD tak mempunyai peran yang signifikan dalam proses penyidikan kasus yang menyangkut pimpinan KPK," tuturnya.
(gus/iy)











































