Hal inilah yang menjadi prioritas Presiden SBY dalam pemerintahannya 5 tahun ke depan. Untuk mengurangi korupsi, pemberian kredit akan lebih disalurkan kepara perempuan.
"Rp 100 triliun kita siapkan untuk memberikan pinjaman lunak. Kita utamakan yang paling banyak dikelola oleh perempuan," kata SBY dalam sambutannya di acara peringatan 10 tahun kelahiran Komnas Perempuan di Kantor BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (30/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mencontohkan, peraih Nobel Perdamaian asal Banglades, Muhammad Yunus, mendapatkan Nobel tersebut lantaran memberikan kredit lunak kepada warga Banglades yang mayoritas adalah masyarakat miskin. Hampir 100 persen pinjaman tersebut dia berikan kepada perempuan.
"Muhammad Yunus, peraih Novel Perdamaian menyerahkan bantuan kepada penduduk miskin, 97 persen dari 7 juta yang diberikan pinjaman adalah kaum perempuan," jelas kakek Aira ini.
Dengan lebih mementingkan kaum perempuan, SBY berharap ke depan pemerintahan Indonesia bisa berjalan dengan lebih baik.
(anw/nrl)











































