"Kami sesalkan segala keterbatasan kami untuk mengakhiri stigma yang masih terus membayang-bayangi para korban hingga sekarang," kata Ketua Komnas Perempuan Kamala Chandrakirana saat memberikan sambutan dalam puncak peringatan 10 tahun Komnas Perempuan di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, Senin (30/11/2009).
Hadir dalam acara ini Presiden SBY beserta Ibu Any Yudhoyono, Menteri Pemberdayaan Perempuan Linda Gumelar, Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, dan Mendagri Gamawan Fauzi. Hadir pula para perempuan korban kekerasan akibat konflik dari beberapa daerah di Indonesia.
Kamala mengatakan, stigma buruk terhadap para perempuan masih terjadi lantaran beban penjaga moralitas dan kesucian keluarga dan masyarakat secara tidak adil diletakkan pada pundak kaum perempuan semata. Di samping itu, penolakan pemimpin perempuan masih juga terjadi lantaran pertarungan politik makro telah mempersalahkan pilihan-pilihan afiliasi dan aktivisme politik perempuan.
"Sudah saatnya bagi bangsa Indoensia untuk menatap kekeliruan-klekeliruan masa lalu agar dapat membantu pemulihan semua korbannya dan memastikan bahwa masa depan perempuan Indonesia dapat terbebas dari pelanggaran-pelanggaran semacam ini," beber wanita berambut putih tersebut.
Dia menambahkan, pemulihan terhadap para korban kekerasan terhadap perempuan perlu dibangun dengan melanggengkan pola hubungan antara laki-laki dan perempuan yang setara dan tidak lagi ada pemisahan antara ruang privat dan publik yang selama ini memojokkan perempuan.
"Segala inisiatif yang diambil untuk memulihkan korban tidak boleh melenggangkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan jender, apalagi mengingat banyaknya inisiatif 'perlindungan' yang justru berakibat pada pembatasan ruang gerak dan kedaulatan
diri korban san perempuan secara murni," ujarnya.
Dalam ulang tahunnya yang ke-10, Komnas Perempuan mengeluarkan buku berjudul 'Kita Bersikap' yang berisi landasan kokoh para perempuan untuk mengeluarkan jati diri dari siklus kekerasan dan segala bentuk diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Presiden SBY berjanji akan lebih mengutamakan hak-hak kaum perempuan dalam pemerintahannya 5 tahun mendatang. SBY juga berjanji akan lebih meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan bernegara.
(anw/nrl)











































