Ketiganya anggota Polsek Weru, Sukoharjo. Saat kejadian mereka bermaksud melakukan pengamanan pertunjukan wayang di Dusun Namengan, sekitar 1,5 km dari Mapolsek Weru. Di buku penjagaan tertulis, ketiganya berangkat menggunakan mobil patroli pada pukul 21.40 WIB, Minggu (29/11/2009).
Baru sekitar 700 meter keluar dari Mapolsek, mobil mereka tertimpa pohon di pinggir jalan yang tiba-tiba roboh. Saat kejadian cuaca di lokasi cerah, tidak ada hujan maupun hembusan angin kencang. Seketika pohon jenis jaranan itu roboh tepat mengenai kabin mobil hingga ringsek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Briptu Machmud Mashuri, 40 tahun, tewas seketika di lokasi kejadian. Briptu Kismedi, 37 tahun, tewas dalam perjalan ke rumah sakit. Sedangkan Bripka Parji, pengemudi mobil, hingga saat ini masih dirawat intensif di RS Dr Oen Solobaru. Ketiganya mengalami luka di bagian kepala.
"Dua anggota yang meninggal sudah dibawa ke rumah duka. Rencananya hari ini keduanya dimakamkan di daerah asal masing-masing. Briptu Machmud akan dimakamkan di Boyolali, sedangkan Briptu Kismedi dimakamkan di Klaten," ujar Kapolsek Weru, AKP Joko Wasono, Senin (30/11/2009) pagi.
Dari pengamatan detikcom di lokasi kejadian, pohon yang tiba-tiba roboh tersebut memang telah mengalami pelapukan di bagian pangkal bawahnya. Hanya sedikit akar serabut tersisa yang menancap ke tanah.
Warga setempat mengatakan, sore harinya di lokasi kejadian sempat turun hujan. Tanah basah di lokasi memungkinkan memperlemah cengkeraman akar ke tanah.
"Saat kejadian lalu-lintas sedang sepi. Tiba-tiba terdengar suara keras dan klakson mobil terus berbunyi. Setelah kami tengok ternyata ada mobil polisi tertimpa pohon. Klakson terus berbunyi karena terhimpit dada pengemudinya yang juga terhimpit batang pohon di bagian punggungnya," ujar Sri Lestari, warga sekitar. (mbr/nrl)











































