“Museum alam terbuka Dataran Tinggi Pasemah ini akan memberikan dampak terhadap kepercayaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang dilahirkan dari kebudayaan besar, kemudian sebagai sumber ilmu pengetahuan, serta sebagai objek wisata nasional atau bahkan international,” kata Erwan Suryanegara,
di rumahnya, Jalan Anggada, Kalidoni, Minggu (29/11/2009) pagi.
Museum alam terbuka Dataran Tinggi Pasemah ini mencakup provinsi Sumatra Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Lampung yang memiliki artefak dari kebudayaan Dataran Tinggi Pasemah. "Dan sebagai sentra dari museum ini adalah kawasan Lahat dan Pagaralam. Sebab di daerah ini begitu banyak ditemukan artefak peninggalan dari kebudayaan Dataran Tinggi Pasemah,” kata Erwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna mewujudkan museum alam terbuka ini, Erwan memiliki tiga tahapan. Pertama, melakukan pembentukan tim dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan untuk meneliti dan merumuskan konsep dari museum. Lalu, melakukan pembenahan lokasi situs-situs artefak yang tersebar di Sumsel, Lampung, Jambi, dan Bengkulu.
Ketiga, membangun miniatur atau taman mini dari museum alam terbuka Dataran Tinggi Pasemah. Dan terakhir, membangun infrastruktur penunjang dari museum alam terbuka tersebut sebagaimana layaknya fasilitas penunjang pariwisata.
(tw/amd)











































