"Ternyata setelah kita minta penjelasan, yang melarang (untuk mendirikan panggung pentas seni) adalah Fauzi Bowo dan katanya untuk hari-hari berikutnya (bundaran HI) tidak boleh dipakai lagi untuk konser-konser," ujar juru bicara Kompak Fadjroel Rachman pada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (29/11/2009).
Fadjroel menambahkan, pihaknya menganggap orang-orang yang melakukan pelarangan tidak mengerti dengan missi yang sedang mereka lakukan. "Yang menghalangi Kompak kami rasa karena mereka tidak paham saja apa yang kami lakukan. Kami biasa sajalah," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sedunia loh, jangan sampai dihalangi lagi. Masa orang sedunia menggelar hari antikorupsi, masa di Indonesia tidak boleh," ucapnya.
Fadjroel mengaku pihaknya akan melawan orang-orang yang melarang penyampaian kebebasan berpendapat. "Kalau kemudian ada peraturan yang melarang menyampaikan kebebasan pendapat, kami akan melawan dengan uji materiil," tegasnya.
Aksi yang berada di bundaran HI sendiri sudah berakhir. Baik massa dari Kompak maupun dari massa yang mengaku pro Kapolri sudah 'balik kanan' meninggalkan lokasi. (amd/iy)











































