"Sebaiknya Pansus angket dipimpin oleh inisiator. Mereka yang mengawali dan menuntaskan. Itulah etika politik sampai tuntas," ujar Presiden KIM Budiman Sujatmiko dalam jumpa pers di Hotel Maharani, Jl Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11/2009).
Selain Budiman, KIM antara lain terdiri dari Poempida Hidayatullah sebagai wakil presiden, Boni Hargens sebagai menteri dalam negeri, dan Indra J Piliang sebagai menteri sekretaris negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proporsionalitas di sini adalah tuntasnya masalah dan selesainya, bukan masalah komposisi. Ini moral politik," lanjut dia.
Budiman kembali menegaskan bahwa Demokrat yang baru bergabung belakangan tidak patut atau tidak layak memimpin Pansus Hak Angket Century.
"Yang datang belakangan tidak usah jadi pemimpin. Pemimpin angket harus dipegang oleh inisiator. Ini bukan hanya karena PDIP-nya saja karena yakin akan kesimpulan yang benar," kata Budiman.
Saat ditanya siapa yang layak memimpin panitia hak angket, Budiman menyebutkan tiga nama.
"Yang layak misalnya seperti Eva Sundari, Maruarar Sirait. Keduanya dari PDIP. Atau bisa juga Bambang Susetyo (Golkar). Tapi ini hanya gambaran sementara saja," pungkasnya.
(irw/djo)











































