"Sementara dugaan kita, korban dianiaya anak kandungnya sendiri," ungkap Kasatreskrim Polres Pulau Ambon dan PP Lease AKP, Andreas Dedy Wijaya, kepada wartawan di Mapolres Ambon, Jl dr Tamaela, Prigilima Ambon, Sabtu (29/11/2009).
Wijaya menambahkan, pihaknya telah mengamankan pelaku. Namun Wijaya belum bersedia memberikan indentitas lengkap tersangka itu.
Saat ditemukan, tutur Wijaya, tubuh korban yang kekar ini dalam keadaan berlumuran darah. Ketika itu korban menggunakan celana jeans warna biru, baju kaos lengan panjang berwarna biru tua, serta sepatu biru putih dengan kaos kaki warna biru keabu-abuan.
Kondisi korban saat itu cukup menggenaskan, karena ditemukan sejumlah luka di sekujur tubuhnya, antara lain luka robek di pergelangan tangan kanan, di leher dan di kepala.
Warga sekitar yang mengetahui adanya penemuan mayat ini langsung berbondong-bondong menuju ke TKP. Entah kenapa, tak satupun warga yang berani berkomentar. "Maaf, kami tidak bias cerita. Kami takut lagi," kata salah satu warga.
Aparat kepolisian dari Polres Pulau Ambon dan PP Lease yang mengetahui adanya informasi penemuan mayat ini langsung turun ke TKP.
Kepala SPK II Muhamad Syarief yang memimpin tim ini langsung memasang police line dan melakukan penyelidikan awal. Setelah itu korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Tantui Ambon untuk dilakukan otopsi.
(han/djo)











































