Dalam laporan yang dipublikasikan untuk umum seperti dilansir reuters, Jumat (27/11/2009), salah seorang pastor mengaku telah melakukan perbuatan tercela tersebut kepada lebih dari 100 anak-anak. Sementara pastor lainnya mengaku selama dua minggu sekali melakukannya selama 25 tahun.
Para uskup selama ini telah menerima komplain dari para keluarga korban. Pihak keuskupan yang selama ini terkenal sangat melindungi anak-anak tersebut berjanji untuk menghentikan skandal terlarang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, kasus ini sangat menonjol dan nyata terjadi di lingkungan gereja dan hanya sebagian kecil saja para pastor yang melakukan hal ini," demikian salah satu alasan yang ditulis dalam publikasi tersebut.
"Laporan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan betapa pihak gereja dan pemerintah sangat konsen untuk bersama-sama memerangi kekerasan terhadap anak-anak," demikian alasan kenapa skandal ini dipublikasikan seperti tertera dalam publikasi tersebut.
Namun, tidak semua pihak setuju dengan publikasi ini. Dibongkarnya skandal seks di gereja ini dianggap sebagai perbuatan untuk menurunkan wibawa gereja.
Belakangan, pemerintah membenarkan adanya kesalahan dalam publikasi tersebut. Menteri Kehakiman Irlandia, Dermont Ahern mengatakan dalam sebuah konferensi pers, ada unsur ketidakbenaran dalam laporan itu.
(anw/anw)











































