Keduanya disekap selama 15 bulan di sebuah rumah yang terletak di ibukota Somalia, Mogadishu.
Brennan dan Lindhout yang telah berusia lebih dari 30 tahun tersebut memiliki hobi yang sama, yakni melakukan perjalanan ke daerah-daerah berbahaya di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah siksaan yang sangat ekstrem," imbuhnya.
"Saya tidak punya partner untuk diajak bicara. Tak ada lampu di ruangan yang saya tempati, tak ada jendela, tak ada kertas untuk menulis. Makanan yang diberikan kepada saya pun sangat sedikit," keluhnya.
Sang penculik, mengatakan, alasan dibebaskannya dua jurnalis freelance tersebut lantaran tak punya cukup uang untuk menghidupi mereka. "Uangnya tak cukup," kata dia menirukan sang penculik.
Sang penculik, menurut Lindhout meminta tebusan uang sebesar 1,5 juta Euro. Namun pihak keluarga menyatakan uang tebusan tersebut terlalu tinggi.
Dua jurnalis freelance tersebut meninggalkan Bandara Mogadishu Kamis (26/11/2009) pagi menuju Nairobi, Kenya untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan pulang ke negaranya masing-masing.
(anw/anw)











































