'Rendra' bangkit kembali seperti yang terlihat di Graha Bakti Budaya, TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2009).
"Permisi Mas Willy, saya akan membacakan salah satu puisimu. 'Bersatulah Para Pelacur Kota Jakarta'!" teriak sutradara dan aktor Slamet Rahardjo Djarot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat pula aktris teater Reni Jayusman yang dengan suara tercekik membacakan puisi terakhir Rendra yang dibuat menjelang ajalnya, 'Tuhan, Aku Cinta Pada-Mu'.
Simak pula mantan istri Rendra, Sitoresmi Prabuningrat dan Adi Kurdi yang membawakan musikalisasi puisi Rendra dengan penuh penghayatan. Pun mantan Mensesneg Moerdiono yang menuturkan pertemuannya yang berkesan dengan 'Si Burung Merak' itu sekitar 30 tahun lalu.
"Saya ingat waktu itu agak siang, dan makanan cuma tinggal 1 orang, dan kita berbagi berdua. Saya heran Mas Willy bisa berkomunikasi tanpa beban dengan saya yang waktu itu memegang jabatan cukup penting," kenang Moerdiono saat berjumpa pertama kali dengan Rendra.
Moerdiono pun sempat sesenggukan kala mengingat dia tak hadir menemui Rendra ketika diminta datang lewat SMS hingga akhir hayat Rendra pada 6 Agustus 2009.
Begitulah WS Rendra yang serasa hidup kembali dalam 'Festival Rendra' yang digelar Dewan Kesenian Jakarta dan Pusat Kesenian Jakarta di TIM selama 23-29 November 2009.
Pukul 19.30 WIB malam ini ada pementasan teater yang naskahnya dibuat oleh Rendra, 'Kereta Kencana'. Niniek L Karim dan Ikranegara akan berlakon dalam pentas teater yang disutradarai oleh Putu Wijaya.
Para pencinta Rendra juga bisa menghilangkan dahaga kerinduannya akan Rendra dengan pementasan monolog 'Burung Merak' yang dibawakan Putu Wijaya pada Sabtu 28 November nanti, juga peluncuran buku 'Ketika Rendra Berpulang' pada Jumat 27 November 2009 besok di TIM. (nwk/anw)











































