Ditemui di gubuknya yang reyot, warga Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah ini mengaku sangat sedih. Sejak Manisih dan dua anaknya, yakni Jowono (16) dan Rustono (14), serta sepupunya Sri Suratmi (19), ditahan polisi Rastutin mengaku bingung.
"Kata tetangga mereka cuma mungut buah randu sebanyak 2 kg. Kalau pun dijual paling lakunya cuma Rp 4 ribuan," ungkap Rastuti, Rabu (25/11/2009).
Menurut Rastutin, warga setempat memang biasa memungut buah randu sisa panen di perkebunan PT Segayung. Dan selama ini, tidak pernah terjadi masalah apa pun.
"Saya sedih kalau mikirin mereka di penjara. Setiap malam kebayang-bayang," ungkap Mbah Ratuti sambil menyeka air yang mengembang di matanya.
Pengamatan detikcom, kehidupan keluarga Rastuti memang sangat miskin. Keluarga ini tinggal di sebuah rumah yang sangat sederhana berdinding kayu. Lantai rumah tersebut hanya berupa tanah tanpa ubin atau semen.
Di dalam rumah tersebut tak ada barang yang bisa disebut laik pakai, apalagi mewah. Di salah satu sudutnya terdapat ranjang tua yang kumuh.
Harapkan Keadilan
Pengakuan Rastuti ini dibenarkan, Suwarno, Kepala Dusun Secentong. Menurut Suwarno, warganya memang biasa memungut buah randu sisa panen PT Segayung.
"Selama ini keluarga tersebut tidak pernah memiliki catatan buruk. Saya hanya bisa berharap mereka mendapatkan keadilan. Kasihan, mereka cuma orang miskin yang serba kekurangan," ujar Suwarno.
(djo/djo)











































