"Saya pernah mengalami situasi haji yang memang sangat massal. Tolong sampaikan salam saya kepada jamaah haji Indonesia. Saya mohon mereka berdoa untuk kebaikan jamaah sendiri, untuk keluarganya, dan juga berdoa untuk kebaikan bangsa Indonesia secara keseluruhan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam dialognya dengan Menteri Agama Suryadharma Ali melalui telepon yang berada di Makkah Al-Mukaramah, Rabu (25/11/2009).
Presiden SBY sendiri menelepon di atas sebuah kapal laut yang sedang berlayar di Teluk Ambon, Maluku, bersama Menko Kesra Agung Laksono dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Sementara Menteri Agama didampingi Amirulhaj Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Slamet Riyanto, dan Naib Amirulhaj Prof Dr KH Mustafa Ali Yakub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, semua jamaah haji dalam keadaan baik dan sehat. Namun sebanyak 106 orang wafat sebelum wukuf di Arafah, dan saat ini terdapat 151 orang tengah dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia serta di RS Arab Saudi. Jemaah yang sakit akan kita bantu dengan safari wukuf," jelasnya.
Suryadharma juga melaporkan bahwa jamaah haji bertolak dari Mekah menggunakan bus dan mobil yang minimal memuat sedikitnya 25 orang. Mereka mengenakan kain ihram hingga melontar Jamarat. "Insya Allah, mulai tanggal 14 Zulhijah atau 1 Desember 2009, jamaah yang telah menyelesaikan semua ritus haji mulai kembali ke tanah dengan keadaan selamat. Kepulangan jamaah diharapkan berakhir 31 Desember 2009," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Menag juga melaporkan bahwa dirinya mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk menyampaikan sambutan di depan Raja Abdullah pada acara jamuan di Istana Raja yang ada di Mina bersama para utusan dari negara-negara Muslim yang mengutus jmaah berhaji.
"Tolong sampaikan salam hormat saya kepada Raja Abdullah atas pelayanannya yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Juga sampaikan terima kasih atas bantuannya untuk bangsa Indonesia yang terkena musibah gempa bumi di Sumatera Barat," kata Presiden SBY menanggapi laporan Menag.
(zal/irw)











































