Stop Rencana Pembangunan 6 Ruas Tol

Stop Rencana Pembangunan 6 Ruas Tol

- detikNews
Rabu, 25 Nov 2009 16:41 WIB
Stop Rencana Pembangunan 6 Ruas Tol
Jakarta - Rencana pembangunan 6 ruas jalan tol ditentang. Pembangunan jalan tol tersebut dinilai bukannya mengurai kemacetan namun malah menambah lalu lintas kacau dan semrawut.

"Belajar dari kota besar lain di dunia, penambahan jalan tol tidak
menyelesaikan masalah," kata Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Soedaryatmo saat dihubungi detikcom, Rabu (25/11/2009).

Rencananya, Pemprov DKI Jakarta akan membangun 6 ruas tol baru yaitu
Kemayoran-Kampung Melayu (9,66 Km), Duri Pulo-Tomang-Kampung Melayu (11,38 Km), Rawa Buaya-Sunter (22,6 Km), Sunter-Pulo Gebang (10,8 Km), Pasar Minggu-Cimanggis (9,55 Km) dan Ulujami-Tanah Abang (8,26 Km).

"Pertumbuhan jalan tol tersebut mendorong pertumbuhan kendaraan pribadi dan berimbas kepada kepadatan lalu lintas," tambahnya.

Terlebih, setiap ruas tol tersebut akan bersinggungan dengan jalan umum. Ketika ribuan pengguna tol masuk atau keluar ruas tol, maka akan menimbulkan kemacetan yang sangat luar biasa. "Pertambahan ruas tol bukan solusi," jelasnya.

Rencana pembangunan tol ini bertentangan dengan semangat Pemprov DKI mengurai macet dengan membangun mass rappid transportation (MRT) seperti busway, subway dan monorel. Rencana ini telah diajukan ke Menko Perekonomian dengan keputusan menteri 2 minggu lagi terkait rencana tersebut.

"Di kota lain, pemerintah yang diutamakan adalah membangun public transport. Jika rencana ini diteruskan, maka rasio pertambahan mobil tidak seimbang dengan pertambahan jalan sehingga yang terjadi adalah stagnan dan macet total," pungkasnya.
(asp/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads