"Tidak (tim Irjen Depkes), cukup dari Dinkes saja," kata Menteri Kesehatan (Menkes), Endang Rahayu Sedyaningsih, di RSCM Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Endang menegaskan, VAR seharusnya dibagikan gratis kepada masyarakat Bali. Sebab Bali saat ini telah masuk dalam kategori wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies.
"Tapi mungkin pada waktu itu stoknya habis. Yang Ada yang bukan didrop dari Depkes, kemudian diganti," ujar Endang.
Kasus jual beli VAR terjadi di RSUD Buleleng. Vaksin itu dijual kepada keluarga vasien yang menderita rabies akibat gigitan anjing.
Kasus ini menimbulkan gelombang protes dari berbagai pihak. RSUD Buleleng akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas kejadian itu.
(djo/djo)










































