"Kita ke kantor Bakrie saja, kita demo minta kejelasan!" ujar Frieda berapi-api, Rabu (25/11/2009) pukul 15.15 WIB.
Perempuan asal Bekasi itu mengaku sudah mengantre sejak pukul 08.00 WIB. Ia menyatakan sangat kecewa. Menurutnya, jika panitia tidak bisa bekerja secara profesional, seharusnya tidak usah memasang iklan dan mengirimkan SMS pemberitahuan adanya penjualan HP murah.
"Saya merasa kecewa, seperti ditipu. Ini bisa dituntut," tambah Frieda.
Jefrizal juga kesal tidak kebagian padahal sudah mengantre sejak pagi. "Kita sudah capek menuggu sampai tadi kehujanan, tapi tidak ada kejelasan. Sudah gitu, seenaknya mobil yang membawa HP pergi," ucapnya.
Hingga pukul 15.15 WIB, beberapa calon konsumen yang mengantre masih berupaya mendapatkan HP dengan menghubungi operator Esia. Tidak diketahui apakah usaha mereka berhasil.
Β
Namun begitu, tidak sedikit yang pada akhirnya meninggalkan lokasi. Setelah mobil pergi, massa mulai membubarkan diri dan menyisakan 200 orang lainnya di lapangan parkir Plaza EX, Jl MH Thamrin.
Promo ini semula digelar di dalam gedung Plaza EX. Namun karena ricuh, penjualan dipindah ke luar plaza. Tingginya animo konsumen membuat unit ponsel yang harga aslinya Rp 299 ribu ditambah menjadi 5.000 dari 2.000 unit.
(amd/nrl)











































