Terdakwa: Tim Kepolisian Dukung Eksekutor

Sidang Pembunuhan Nasrudin

Terdakwa: Tim Kepolisian Dukung Eksekutor

- detikNews
Rabu, 25 Nov 2009 15:11 WIB
Terdakwa: Tim Kepolisian Dukung Eksekutor
Jakarta - Selain tim eksekutor yang dipimpin Eduardus Ndopo Mbete, ada tim lain yang juga menguntit Nasruddin Zulkarnean. Anggota tim lain itu adalah aparat kepolisian dan keberadaan mereka diketahui Wiliardi Wizar.

Demikian pengakuan terdakwa Eduardus Ndopo Mbete alias Edo dalam sidang pembunuhan Nasrudin di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (25/11/2009). Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan terdakwa.

Kepada majelis hakim, Edo mengaku mendapat laporan dari anak buahnya di lapangan bawah sudah ada kelompok lain juga yang menguntit pergerakan Nasrudin. Kelompok yang mengendari SUV Nissan Terrano tersebut terlihat membawa handy talki dan sepertinya membawa senjata api.

"Lalu saya laporkan ke Pal Wili dan dia bilang tidak apa-apa, 'itu orang kita juga dari kepolisian'," ungkap Edo mengutip jawaban Wiliardi.

Jawaban dari Wiliardi itu rupanya membuat Edo curiga bahwa kelompoknya hanya akan dijadikan kambing hitam. Maka pemuda kelahiran Flores itu pun lalu menanyakan untuk apa dirinya diperintahkan menguntit Nasrudin bila sebenarnya ada tim dari kepolisian yang melaksanakan pekerjaan tesebut.

"Pak Wili bilang kalau polisi itu kan waktunya terbatas karena ada tugas-tugas lain. 'Jadi kami butuh orang lain. Pokoknya jangan khawatir, kami sudah back-up ini semua'," lagi-lagi Edo mengutip jawaban Wiliardi.

Beberapa hari usai percakapan di arena bowling itu, Wiliardi mengundang Edo ke kantornya (tidak disebutkan di mana kantor dimaksud, tapi kala itu Wiliardi bertugas di Mabes Polri). Menurut pengakuan Edo dirinya diyakinkan kembali bahwa kelompoknya tidak untuk dikorbankan dan tugas dari tim kepolisian justru untuk membantu.

Sekali lagi, Edo mengutip bujukan Wiliardi pada dirinya. "Gimana Do? Mau nggak bantu Abang? Tenang saja, kita back-up. Kalo mau saya kenalin sekarang ke atasan saya".

Edo pun menyatakan bersedia membantu, tetapi menolak tawaran berkenalan dengan atasan Wiliardi. "Setelah itu saya pulang," tutupnya.


(lh/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads