"RSCM yang saya jalani 30 tahun yang lalu sudah jauh berbeda. Terutama dalam penampilan fisik. Dulu selalu kesasar, apalagi sekarang," ujar Endang.
Hal itu disampaikan dia dalam sambutan HUT RSUPN RSCM ke-90 di Auditorium RSCM, Jl Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (25/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya visi RSCM akan menjadi RS kelas dunia tahun 2010, para dokter di RSCM diminta mengubah mindset berstandar internasional. Endang meminta para dokter agar tak melulu memperhatikan aspek medis jika berhadapan dengan pasien, tapi juga aspek sosial ekonomi.
Tak lupa Endang menyindir dokter yang suka malas memberikan penjelasan pada pasien tentang penyakit dan tindakan yang akan diambil.
"Mungkin karena pasien terlalu banyak sehingga tidak ada waktu. Akan tetapi itu tidak boleh dijadikan alasan untuk memberikan informasi memadai. Berikan waktu 3-5 menit, senyum terutama," saran perempuan berambut cepak ini.
Bukan tidak mungkin, imbuh dia, masalah dokter yang enggan memberikan penjelasan pada pasien ini bisa berbuntut di pengadilan.
Dalam acara itu, Endang juga meresmikan Laboratorium Pusat RSCM, juga Laboratorium Kerjasama Pusat Uji Klinik Fase 1. Laboratorium yang bekerjasama dengan Jerman ini adalah yang pertama di Asia Tenggara yang akan menjadi lab uji coba obat pertama kali pada manusia, dilengkapi dengan 12 tempat tidur.
(nwk/nrl)











































