"Kami terpaksa memblokir jalan. Tanah ini belum dibayar," kata Kustiri, salah satu korban gusuran BKT diΒ RT1/3 Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (25/11/2009).
Sejumlah material bangunan dipergunakan untuk menutup jalan. Material itu diambil dari bongkaran bangunan yang berdiri di tanah gusuran sekitar 5.000 m2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, suasana cukup panas. Ratusan warga yang berseragam hitam-hitam dan loreng oranye berjaga di tiap ujung Jalan Robusta, Pondok Kopi. Beberapa ibu berteriak histeris saat diwawancara reporter televisi. Mereka menyatakan akan bertahan karena tanah mereka diserobot pemerintah.
Sementara ratusan petugas Satpol PP sudah bersiap bergerak dari markasnya di kantor Walikota Jaktim untuk membantu pengamanan penggusuran.
"Kami tinggal di sini sejak sini masih hutan. Kini digusur tanpa ganti rugi. Apa-apaan ini!" teriak ibu-ibu yang emosi.
(Ari/nrl)











































