"Kita sudah sepakati bahwa kita tidak memilih. Dengan mengutamakan hasil riset yang independen dan obyektif, dengan demikian orang yang sudah melekat di hati takyat karena dedikasinya yang kita pilih," kata Wakil Ketua Umum Golkar, Agung Laksono saat berbincang dengan detikcom di Hotel Aston, Ambon, Maluku, Rabu (25/11/2009).
Menurut Agung, riset tersebut dilakukan dengan cara survei. Lembaga survey dipilih langsung oleh DPP Golkar. "Itu digunakan sebagai pembanding utama," kata Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nama-nama itu sumbernya tetap dari daerah. Semua proses transparan," ujar Agung.
"Yang pertama hasil survey dulu, yang akan mengerucut satu nama," imbuhnya.
Agung berharap dengan metode seperti ini kadernya tidak memandang uang adalah segalanya.
"Supaya jangan karena merasa tidak punya terus mengeluh. Kalau memang dekat dengan rakyat bisa maju Pilkada," tandasnya.
(van/mad)











































