Catatan singkat penelusuran detikcom, Selasa (24/11/2009) Ito merupakan perwira tinggi yang pernah menjabat sejumlah posisi penting. Dia pernah menjabat Kapolda Riau pada Desember 2005 hingga akhir 2006.
Kemudian dia digeser dan menempati posisi baru sebagai Kapolda Sumsel, hingga Januari 2009, dan selanjutnya menjadi Koordinator Staf Ahli Kapolri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan saat kasus ini mencuat, karena nyanyian seorang bandar judi yang tertangkap Polda Riau saat dipimpin Irjen Pol Hadiatmoko, pada Desember 2008, Mabes Polri saat itu sampai turun tangan melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan keterangan Irwasum Komjen Pol Yusuf Manggabarani, telah dilakukan pemeriksaan 6 jenderal yang terdiri dari 3 Kapolda dan 3 wakapolda. "Nama-namanya yang berhak lebih berkepentingan kami, bukan kalian. Ada 3 Kapolda dan 3 Wakapolda yang dulunya masih berpangkat komisaris besar," jelas Jusuf saat ditemui di Mabes Polri pada 1 Desember 2008.
Namun saat itu hasil penyelidikan Mabes Polri tidak diumumkan secara terbuka. Hanya saja, Ito dalam wawancara dengan detikcom pada 1 Desember 2008 tegas-tegas membantah perihal namanya yang disangkutpautkan dengan kasus beking judi.
"Saya pernah bertugas di Timor-Timur, Aceh, dan Papua. Masa kemudian saya melacurkan diri, itu hukumnya haram," kata Ito saat itu.
Pria yang dikenal kalem dan ramah itu pun berani bersumpah bila dirinya sama sekali tidak terlibat. "Demi Allah saya tidak tahu, itu karangan. Waktu jadi Kapolda Riau saya memberantas judi dan illegal logging. Saya paling antijudi, saya tidak pernah berkhianat sampai menerima setoran," tegas Ito saat itu.
Kini setelah hampir 1 tahun lewat Ito dalam "kotak" sebagai Koordinator Staf Ahli Polri, karir Ito kembali mencuat. Posisi bergengsi dia pegang, yakni Kabareskrim. Otomatis bintang di pundak Ito akan bertambah satu, dia pun akan berpangkat Komjen atau jenderal bintang tiga.
Kiprah Ito di jajaran Bareskrim pun telah ditunggu banyak pihak, setelah sebelumnya nama Bareskrim Polri tercoreng citra negatif terkait pengusutan kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Selamat bertugas jenderal! (ndr/asy)











































