Pertemuan dengan Paus Benediktus XVI itu terjadi di Kapel Sistine, Vatikan pada 21 November 2009.
"Ada sekitar 170-an seniman yang hadir dalam pertemuan dengan Paus di antaranya penyanyi tenor Italian Roseliti," kata Garin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam kenyataan sekarang seni itu hanya dilihat menjadi kebutuhan kedua atau ketiga saja. "Kepemimpinan di dunia saat ini juga sudah tidak lagi menghargai seni," tutur Garin.
Sebagai akibatnya lanjut dia, dunia menjadi terkesan angkuh dan militeristik. Segala pemecahan permasalahan sekarang ini juga cenderung militeristik dan dengan kekerasan.
"Saat ini banyak orang menyepelekan kesenian. Apa sumbangan kesenian atau seni. Itu yang terjadi sampai sekarang," katanya.
Dia kemudian mencontohkan lahir negara Indonesia dan Pancasila dulu, ternyata juga ada sumbangsihnya dari seorang seniman. Contohnya Mohammad Yamin selain politikus dia juga seorang tokoh soneta Indonesia, tidak semata-mata politik atau militeristik. "Budaya harus ada dan saya setuju dunia itu butuh seni," pungkas dia.
(bgs/nwk)











































