Penyadapan Nasrudin Diusulkan Distop, Antasari Kesal

Penyadapan Nasrudin Diusulkan Distop, Antasari Kesal

- detikNews
Selasa, 24 Nov 2009 16:59 WIB
Penyadapan Nasrudin Diusulkan Distop, Antasari Kesal
Jakarta - Penyadapan terhadap nomor HP milik Nasrudin Zulkarnaen dan Rhani Juliani diusulkan dihentikan karena "tidak level" dan tidak mengandung unsur tindak pidana korupsi. Antasari merasa kesal mendengar usulan itu.

"Pak Budi (Budi Ibrohim, Direktur Informasi dan Data KPK) berbicara kepada Pak Antasari, mohon sudahlah ini dihentikan saja, nanti dari pada capek-capek menghabiskan dana. Banyak tugas yang lainnya," kata Analis Informasi KPK, Ina Susanti.

Hal itu dikatakan dia saat bersaksi dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (23/11/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu respons terdakwa apa?" tanya jaksa penuntut umum M Pandiangan.

"Saya hanya mendengar Pak Antasari mengucapkan, 'Saya atau dia yang mati'. Pak Antasari sedikit kesal," kata Ina.

Dikatakan perempuan berbaju warna pink ini, pertemuan enam mata itu terjadi di ruang Antasari di lantai 3 gedung KPK. Sebelumnya dia diminta menyusul datang ke ruangan oleh Budi selaku atasannya dengan membawa laptop.

Dalam pertemuan tersebut, Ina mengatakan, Antasari juga sempat menunjukkan tiga buah foto, yakni foto rumah, mobil, dan satu lagi foto laki-laki dan perempuan sedang berdampingan. Namun, dia mengaku hanya memerhatikan foto-foto itu secara sekilas saja.

Terhadap respons Antasari dalam pertemuan itu, kubu Antasariย  menyangkal. Pengacara Antasari mengatakan, kalimat 'Saya atau dia yang mati' adalah kalimat yang dimunculkan saksi ketika diperiksa penyidik tanggal 13 Agustus. Padahal dalam pemeriksaan sebelumnya, baik Ina atau pun Budi tidak pernah mengungkapkan adanya kalimat tersebut.

"Tolong Ibuku, saksi, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Hotma Sitompoel.

"Saya hanya memberikan kesaksian yang saya lihat dan saya dengar," jawab Ina.

Menjelang akhir persidangan Antasari sempat mengungkapkan keberatannya. Antasari mengaku tidak pernah menunjukkan foto-foto yang diduga foto Nasrudin dan Rhani itu maupun mengucapkan kalimat sebagaimana diungkapkan mantan anak buahnya tersebut.

"Saya tidak pernah mengatakan 'saya atau dia yang mati'" tandas Antasari.

"Bagaimana saksi, Anda tetap pada kesaksian Anda?" tanya Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro.

"Iya," jawab Ina.

Sidang ditutup pada pukul 16.OO WIB. Sidang akan kembali dilanjutkan pada Kamis (26/11) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi.

(irw/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads