"Saya kira cukup dengan melalui keluarga Cak Nur karena mereka yang lebih terpukul. Kalau saya tidak ada masalah. Ya sudahlah dimaafkan saja," kata Kaban.
Hal ini disampaikan dia usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2009).
Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang mengaku sudah memaafkan Kapolri jauh-jauh hari.
"Jadi prinsipnya, yang penting keluarga Cak Nur sudah merasa puas karena Pak Kapolri sudah minta maaf. Dan kalau saya sudah jauh-jauh sebelumnya sudah dimaafkan," ujar Kaban.
Kaban juga tidak menaruh dendam terhadap Kapolri. "Nggak...nggak dendam," cetus dia.
Pada raker dengan Komisi III DPR, Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Salah satu dugaan Kapolri, karena Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kedekatan ini terkait keberadaan Cak Nur.
Kapolri menyebut inisial-inisial MK, CMH, dan N. Kapolri menyebut MK sebagai pimpinan sebuah departemen yang kini tak menjabat lagi. CMH sebagai pimpinan KPK, dan N merupakan bapak dan tokoh yang sangat dihormati.
Inisial MK dibuka oleh anggota FDIP Gayus Lumbuun. Sedangkan CMH sudah diketahui bahwa itu inisial Chandra. Lantas N? Informasi yang beredar N merupakan inisial Nurcholish Madjid alias Cak Nur.
(aan/iy)











































