"Saya tetap punya hak dan nggak sembarangan orang bisa neken," ujar TK di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
TK berkilah sebagai pimpinan MPR dia tidak boleh meneken angket. "Aku dari MPR nggak boleh tandatangan, nanti nggak bisa undang lembaga lain," kata politisi senior PDIP ini.
TK tidak mau mengekor Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saefuddin yang meneken hak angket. Dia juga menghargai sikap partainya yang mendukung hak angket.
"Kalau partai nyuruh A kita A. Kalau nggak sebagai Ketua MPR, saya juga neken," tandas dia.
(nik/iy)











































