"Saya kira pilihan format pidato SBY bijaksana. Cukup orisinil seperti pengungkapan mafia, Century. Ini perlu dihargai," kata kriminolog UI Adrianus Meliala kepada detikcom, Selasa (24/11/2009).
Menurut Adrianus, pidato SBY tidak langsung mengena pada 9 poin rekomendasi Tim 8. Pidato dengan gaya menggabungkan ini dinilai tidak langsung membabat habis Polri, KPK, dan Kejagung. SBY masih menjaga institusi Polri, KPK, dan Kejagung.
"Kalau Polri, KPK, dan Kejagung dibabat, ini akan menimbulkan kehilangan muka. Tapi beliau membuat ini agar tidak terlalu kelihatan mana yang direkomendasi dan mana yang dibicarakan," ujarnya.
Dengan begitu, lanjut Adrianus, Polri, KPK, dan Kejagung tidak terlalu jatuh setelah sebelumnya ramai jadi pemberitaan di media massa.
"Polri yang selama ini dituding, jadi tidak terlalu tertohok. Jangan dulu membuat preseden yang bukan-bukan," ujarnya.
(gus/nrl)










































