Tak Tegas, Pidato SBY Dinilai Multitafsir

Kasus Bibit-Chandra

Tak Tegas, Pidato SBY Dinilai Multitafsir

- detikNews
Selasa, 24 Nov 2009 08:22 WIB
Tak Tegas, Pidato SBY Dinilai Multitafsir
Jakarta - Selama 20 menit lebih, Presiden SBY telah menyampaikan sikapnya atas kasus Bank Century dan Bibit-Chandra. Karena terlalu panjang dan tidak tegas, sikap SBY tersebut bisa diartikan berbeda-beda oleh berbagai pihak.

"Isinya tidak jelas, tidak ada arahan atau petunjuk yang tegas dalam pidatonya," kata pengamat politik UI Arbi Sanit, Selasa (24/11/2009).

Kalimat yang disampaikan Presiden memang relatif panjang, sehingga sempat membingungkan. Namun, ada satu kejelasan yang disampaikan SBY yakni opsi yang lebih baik adalah polisi dan jaksa tidak melanjutkan kasus Bibit-Chandra.

Meski begitu, Arbi khawatir jika apa yang diinginkan SBY tidak ditangkap dengan baik oleh yang lain. Sebagai contoh saja, pengacara Bibit-Chandra menilai harus ada SP3 dan SKP2 untuk kasus itu. Sementara itu, Menkum HAM Patrialis Akbar justru menilai akan ada deponering.

"Tidak tegas bisa jadi multitafsir. Tim 8 saja bisa bersuara lantang, kenapa Presiden bisu," sindir Arbi.

(mok/nrl)


Berita Terkait