Walau Masih Ada Kekurangan, DPR Nilai Pelayanan Haji 2009 Lebih Baik

Laporan dari Arab Saudi

Walau Masih Ada Kekurangan, DPR Nilai Pelayanan Haji 2009 Lebih Baik

- detikNews
Selasa, 24 Nov 2009 04:36 WIB
Walau Masih Ada Kekurangan, DPR Nilai Pelayanan Haji 2009 Lebih Baik
Makkah - Tim Pemantau Haji Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyebut persiapan dan penyelenggaraan haji pada tahun ini berjalan baik. Meski begitu, diakui DPR ada beberapa kekurangan yang akan menjadi evaluasi untuk diperbaiki lagi pada tahun 2010.

"Menurut kami, operasionalisasi haji tahun ini berjalan baik. Meski ada beberapa kekurangan, kami akan menjadikannya bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji tahun depan," kata Ketua Komisi VIII DPR dari FPKB Abdul Kadir Karding dalam keterangan pers yang didampingi Menteri Agama Suryadharma Ali usai rapat kerja bersama dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di kantor Daerah Kerja Makkah, Syisah, Makkah, Arab Saudi, Senin (23/11/2009).

Dalam rapat kerja itu sendiri hadir semua unsur PPIH, antara lain Amirul Haj Bahrul Hayat, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Depag Slamet Riyanto, Irjen Depag Suparta, Kepala Staf Teknis Urusan Haji Konjen RI di Jeddah Syairozi Dimyati, Kadaker Jeddah Subhan Cholid, Kadaker Madinah Cepi Supriatna dan Kadaker Makkah Subakin Abdulmuthalib.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Karding, setelah pulang dari Arab Saudi pada 30 Desember mendatang, pihaknya akan membahas berbagai evaluasi penyelenggaraan haji dalam forum DPR di Jakarta. "Januari, kita langsung bergerak untuk rapat-rapat di Komisi VIII. Kami ingin penyelenggaraan haji tahun depan jauh lebih baik," jelasnya yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pemantau Haji DPR ini.

Diakui Karding, soal transportasi sampai pada musim haji kali ini masih mengalami kendala. Namun, dirinya optimis pada penyelenggaraan haji di tahun 2010 akan lebih baik, termasuk dengan perbaikan pemondokan yang dijanjikan Departemen Agama akan berjarak 4 kilometer dari Masjidil Haram.

Selain itu, lanjut Karding, pihaknya juga mendapatkan penjelasan tentang persiapan pelayanan terhadap jamaah calon haji selama wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan melontar di Mina.

"Dalam hal ini, pemerintah telah berupaya secara optimal mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam penyelenggaraan haji di Armina tersebut," pungkasnya.

(zal/mok)


Berita Terkait