Menag Minta Restu ke Ulama Suni Makkah

Laporan dari Arab Saudi

Menag Minta Restu ke Ulama Suni Makkah

- detikNews
Senin, 23 Nov 2009 17:00 WIB
Menag Minta Restu ke Ulama Suni Makkah
Makkah - Menteri Agama Suryadharma Ali meminta doa restu kepada para ulama Ahlussunah Wal Jamaah (Suni) yang berada di Makkah, Arab Saudi. Termasuk bagaimana melayani jamaah calon haji Indonesia dengan baik.

"Saya mohon doa restu dari para ulama di sini dan meminta saran untuk memimpin Departemen Agama dan mengurusi ummat beragama lainnya," kata Suryadharma Ali dalam sambutannya di sela-sela pengajian akbar di madrasah atau pesantren milik Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al Maliki di Rusaifah, Makkah, Minggu (22/11/2009) malam.

Dalam acara itu, para ulama Suni ini dari beberapa negara seperti Irak, Turki dan negara Arab lainnya, termasuk ratusan santri ini. Ulama Indonesia yang terlihat hadir adalah KH Maimun Zubair dari Rembang, Jawa Tengah dan Habib Tohir Alkab, juga dari Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawi Al Maliki yang bergelar doktor ini merupakan putra Sayyid Muhammad Ibnu Alawi Al Maliki, yang memiliki garis keturunan langung kepada Rasulullah Muhammad SAW. Di pesantren inilah sejumlah ulama besar di Indonesia sejak dulu hingga sekarang didik dan dibesarkan.

Bahkan, menurut Suryadharma Ali, dia sudah pernah tiga kali datang ke pesantren ini. Pertama, ketika dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR/MPR bersama Akbar Tandjung, kedua saat menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM.

"Ketiga, ya hari ini saya datang lagi untuk mendapatkan pengetahuan secara menyeluruh, terutama dalam melayani jamah haji kita yang paling besar ini," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Suryadharma ini pun menjelaskan dirinya mendapatkan amanah sebagai Menteri Agama, tentunya sangat berat. Apalagi saat ini banyak berkembang sejumlah aliran sesat keagamaan di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya berharap kepada santri Indonesia yang belajar di Pesantren Al Maliki, yang beraliran Ahlussunah Wal Jamaah, bisa meluruskan itu semua.

(zal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads