Banjir bandang tersebut terjadi pada Minggu (22/11/2009) sore. Pemicunya hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut dua hari terakhir. Kawasan ini memang dikenal rawan longsor, karena letaknya yang berada persis di bawah pebukitan di tepian Danau Toba.
Keempat rumah yang berada di kaki bukit, langsung hancur setelah tersapu kayu gelondongan dan batu yang dibawa banjir bandang tersebut. Saat kejadian, kedua korban yang merupakan ibu dan anak, yakni Rosmauli Br Sidebang (52) dan Ridwan Mandalahi (15), sedang berada di rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri.
Rosda Situngkir, salah seorang warga menyatakan, evakuasi terhadap korban berhasil dilakukan setelah bersama polisi melakukan upaya pencarian. Korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa di bawah reruntuhan rumah dan tumpukan kayu.
"Selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah saudaranya," kata Rosda, Senin (23/11/2009).
Â
Banjir bandang ini juga menyebabkan terputusnya trasportasi darat dari Kecamatan Silalahi Sabungan Kabuaten Dairi menuju Kecamatan Tongging di Kabupaten Karo. Saat ini satu unit alat berat difungsikan untuk membersihkan sisa-sisa banjir bandang.
(rul/djo)











































