Peristiwa tersebut bermula ketika Linda mendengar suara pintu rumahnya sedang dicongkel oleh tersangka yang bernama Suhari (40), dan satu pelaku lainnya yang masih buron. "Saya panik dan takut lalu menelepon orang tua saya di rumahnya, Jalan Gang Jambu Rt 05/02 Cimpedak,"Β kata Linda di Polsek Jagakarsa, Jalan Timbul No 1, Senin (23/11/2009).
Β
Usai menerima telepon tersebut ayah korban, M Tolip, panik dan cemas. Bersama kakak Linda, Lia dan Rudi Julkarnain, dia mengepung perampok.
Tak hanya itu, Rudi juga meminta bala bantuan lainnya yaitu pamannya, M Yamin (40). Tak ayal, Rudi bersama pamannya memergoki kedua tersangka sedang mencongkel pintu rumah. Tersangka yang kaget dan panik langsung menyerang korban dengan pisau dapur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paman korban, M Yamin, yang melihat keponakannya tertusuk langsung menolong dan berkelahi dengan tersangka. Namun perampok ternyata mempunyai ilmu kanuragan di atas rata-rata. Sehingga Yamin pun terkena tusukan di bagian rusuknya dan akhirnya ikut tersungkur.
"Kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Marinir Cilandak. Namun Rudi meninggal dalam perjalanan dan pamannya masih dalam perwatan medis. Sedangkan Yamin masih dirawat intensif," beber Arsalam.
Saat itu pula warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengepung duo perampok maut tersebut. Satu orang berhasil dibekuk dan satu lagi kabur ditelan kegelapan malam. "Telah kami diketahui identitasnya. Masih diburu oleh petugas Polsek Jagakarsa," ujar Arsalam.
(asp/nrl)











































