Penyematan tanda penghargaan dari Haute Noble Confrérie Royal du Corcieli, Oostende, berupa stola warna emas dan biru dilakukan oleh Presiden Quaghebeur di ruang Delvaux, Kursaal, Oostende, Belgia, Sabtu (21/11/2009).
Selain Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa, tanda penghargaan tertinggi dari komunitas budayawan Oostende untuk tahun 2009 juga diberikan kepada 7 orang penerima lainnya dari kalangan profesional (dokter), duta besar, wartawan, pengusaha, pemilik hotel dan biro perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Quaghebeur dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan kebudayaan, sosial-kemasyarakatan dan promosi turisme KBRI Brussel yang menembus segala lapisan, telah mempererat people to people contact yang mendapat sambutan luas di Belgia.
"Untuk itu ke-11 anggota komite Dewan Juri Confrerie Corciele sepakat dan tidak ragu untuk memberikan apresiasi tinggi atas upaya Duta Besar selama ini," demikian Quaghebeur.
Sementara itu Korfungsi Diplomasi Publik/Pensosbud PLE Priatna menuturkan bahwa sepanjang 2009 hingga akhir November ini, KBRI Brussel telah melakukan kegiatan promosi kebudayaan, pariwisata dan kegiatan terkait sebanyak 58 even.
"Itu artinya di jantung Uni Eropa ini rata-rata setiap pekan kami menggelar kegiatan besar dan kecil, dari workshop, pagelaran, pemutaran film Indonesia hingga pameran pariwisata, termasuk ke Luksemburg," papar Priatna.
Menurut Priatna, Dubes Nadjib adalah warga negara RI pertama yang menerima penghargaan tersebut sepanjang dibukanya 60 tahun hubungan diplomatik RI-Belgia.
Sepanjang hampir tiga tahun masa tugasnya, Dubes Nadjib telah menerima empat tanda penghargaan yaitu gelar Chevalier d’Honor Blanc Moussi, Stavelot (2008), Haute Order de Mannekin Pis (2008), Penghargaan dari Pemda Bali (2008), dan Chevalier d’Honor, Oostende (2009).
(es/es)











































