"Tentu sebagaimana saya katakan kepada Rosihan, apapun yang saya pilih sebagai kepala negara tentu ada kontroversinya," kata SBY dalam pertemuan dengan pemimpin redaksi media massa di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (22/11/2009) malam.
Bagi SBY, yang terbaik bukan saja selesainya kasus Bibit-Chandra, melainkan juga adanya harmoni permanen antarlembaga negara penegak hukum. "Merugi kita, menangis kita, polisi, kejaksaan, KPK di pengadilan nanti," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan kepala kepolisian di Hongkong ditangkap oleh KPK. Akhirnya negara terlibat," kata SBY.
Karena itulah SBY menekankan pentingnya persatuan antarlembaga pemberantas korupsi. "Dewan ini kita perbaiki, berhenti berantem satu sama lain. Seharusnya bersatu memberantas korupsi, malah berantem sendiri. Tapi perbaikan ini, masing-masing perbaiki diri dan sebagainya," imbuh SBY.
(sho/did)











































