Aksi Pencopet Cilik di Roma

Aksi Pencopet Cilik di Roma

- detikNews
Minggu, 22 Nov 2009 15:18 WIB
Aksi Pencopet Cilik di Roma
Roma - Roma, kota berjuta sejarah. Bagi para turis, berwisata menelusuri sisa-sisa kejayaan Romawi tentu adalah tujuan utama. Tapi jangan lengah, pencopet cilik tengah mengintai!

Para pelaku kriminal anak-anak ini umumnya adalah anak para imigran asal Albania dan Yugoslavia yang biasa disebut kaum gipsi. Di tempat keramaian yang biasa dikunjungi turis, anak-anak kecil seumuran 9-12 tahun ini biasanya mencari mangsa. Mereka beraksi dengan lincah dan lihai. Badan mereka yang kecil, memudahkan mereka beroperasi bak belut.

"Hati-hati dengan barang bawaan Anda. Bila lengah sedikit, bisa hilang," cerita Abi, imigran asal Maroko yang telah menjadi warga negara Italia. Abi bekerja sebagai sopir pemandu wisata di Roma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beruntung, saat detikcom berkunjung ke Roma dalam rangka KTT Pangan pada 16-20 November lalu, seluruh pusat keramaian ramai diawasi petugas kepolisian.

"Sekarang lebih ketat, polisi juga Carabinieri (polisi patroli bermobil) di mana-mana. Ada juga CCTV. Anak-anak dan kaum gipsi itu menyingkir ke luar kota," terang Abi.

Beberapa tempat yang ramai dikunjungi di Roma misalnya Colosseum (tempat para gladiator beraksi di zamannya), People Square tempat warga berkumpul, tempat lempar koin di Trevi, Pantheon.

"Seorang turis Amerika beberapa waktu lalu kehilangan kamera setelah dia mengambil foto di Trevi. Padahal kamera disandangkan di bahu," ujar Abi.

Sebenarnya penduduk Kota Roma adalah pribadi yang ramah. Anda tidak perlu takut tersesat bila menuju suatu lokasi. Tinggal bertanya saja, mereka dengan bahasa tubuh akan menjelaskan. Apalagi Kota Romawi adalah surga bagi pejalan kaki dengan jalan khasnya yang penuh batu-batu.

Aksi kriminalitas di Roma meningkat setelah kebijakan Satu Eropa diberlakukan. Imigran dari Eropa Timur mengalir dan melahirkan masalah sosial.

"Saya juga pernah dijambret saat di jalan. Untungnya, isi tas saya tidak ada apa-apa. Orangnya memakai motor dan topeng, polisi juga tidak bisa apa-apa," ujar seorang warga Indonesia, Ni Ktut Sri Wahyuni, yang telah 20 tahun tinggal di Roma.

Sri Wahyuni yang bersuamikan orang Italia ini berbagi saran. Bila ingin naik bus, sebaiknya duduk di dekat sopir. Atau kalau naik kereta hendak ke luar kota, kalau punya uang lebih, sebaiknya naik Euro Star.

"Naik kereta yang biasa, yang berhenti di tiap stasiun, agak rawan," ujarnya dengan bahasa Indonesia berlogat Italia.

Bila ingin berjalan-jalan menelusuri Kota Roma, jangan khawatir. Tetap berada di keramaian dan segera lapor kepada petugas yang memakai seragam Policia Municipale yang mengurus soal turis, Polizia yang berseragam hijau atau ke Carabinieri.

Jika bandit anak-anak biasa mencopet, bandit dewasa punya modus tersendiri. Mereka berpura-pura berdandan perlente lalu menuduh korbannya telah merusak barangnya atau tudingan lainnya.

"Kita tidak perlu gugup. Banyak polisi berseragam yang berjaga, kita tinggal minta bantuan. Kejahatan bisa terjadi di mana saja bukan?" ujar Abi.
(ndr/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads