"Kami mendapat laporan bahwa PBB puas," ujar Purnomo dalam sambutannya di depan awak KRI Diponegoro, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (22/11/2009).
Purnomo mengatakan, PBB meminta kepada Indonesia untuk tetap berpartisipasi dalam pasukan perdamaian tersebut. Namun saat ini pemerintah sedang membicarakan tentang masalah logistik karena Indonesia adalah negara yang paling terjauh.
"Pada prinsipnya kita siap," imbuhnya.
Sementara Nahkoda Kapal KRI Letkol Arsyad Abdullah mengatakan, pertama kali Indonesia bergabung dalam pasukan perdamaian tersebut, PBB terkejut karena Indonesia mampu berintegrasi dengan cepat dibandingkan negara lainnya.
"Padahal negara lain butuh waktu satu bulan," kata Arsyad.
(mpr/nrl)











































