"Ini sebagai bentuk keprihatinan kita kenapa KPK justru diberantas bukannya didukung. Ini salah satu dukungan kami," kata penggiata acara, Agam Fachturochman, kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2009).
Pelukis Dimas Prasetyo (63) menggambarkan seekor monyet yang diberi nama Anggogodo tengah menunggangi seekor buaya. Sang monyet memerintahkan buaya tersebut untuk melahap cicak. Dalam gelombang tsunami, cicak berupaya untuk menyelamatkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dimas menggambarkan idenya itu dalam kain kanvas berukuran 2 x 1,5 meter. Dimas merasa tergugah dengan situasi kemelut antara KPK dan Polri.
"Saya sebagai seniman rakyat melihat situasi ini merasa tergugah. Yangg bisa saya sumbangkan ini dalam bentuk visual," kata Dimas.
Lukisan Dimas hanya satu di antara puluhan lukisan lainnya. Lukisan-lukisan itu nantinya akan dipamerkan untuk publik. (mei/nrl)











































