"Mestinya hal itu tidak perlu terjadi. Bukan semata-mata karena substansi masalahnya yang tidak jelas tapi ini iklan negatif bagi Polri. Implikasinya juga citra pemerintah akan semakin rusak," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Bachtiar Efendi.
Bachtiar mengatakan itu di sebuah acara diskusi di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (21/11/2009).
Menurut dekan FISIP UIN ini, pemerintah harus mengambil tindakan cepat untuk menghentikan langkah-langkah yang dinilai salah. Sebab tanpa itu pemerintah akan semakin terjerumus dalam upaya-upaya yang semakin tidak diterima publik.
"Harus ada koordinasi untuk menyelesaikan masalah ini. Kalau perlu dibentuk task force untuk melakukan damage control karena ini sudah menjadi masalah nasional," imbuh dia.
Bachtiar menilai, tidak ada kaitannya pemberitaan wartawan dengan alasan Polri akan menjadikan Anggodo tersangka. Sebab media mendapatkan informasi tersebut dari sidang terbuka di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Sebetulnya ini nggak ada kaitannya. Kalau dipaksakan terus kesan Polri di masyarakat semakin tidak bagus," tandas Bachtiar.
(nik/gah)











































