Pemanggilan dan Pembatalan Via Telepon, Polisi Tidak Profesional

Panggil Kembali Kompas dan Sindo

Pemanggilan dan Pembatalan Via Telepon, Polisi Tidak Profesional

- detikNews
Jumat, 20 Nov 2009 14:02 WIB
Pemanggilan dan Pembatalan Via Telepon, Polisi Tidak Profesional
Jakarta - Pemanggilan harian Seputar Indonesia (Sindo) dan Kompas sempat dibatalkan. Namun siang harinya, kepolisian kembali melakukan pemanggilan lewat telepon. Tindakan ini semakin mencerminkan kinerja polisi yang tidak profesional.

"Saya kira itu mencerminkan tidak profesionalnya polisi dan semakin menunjukkan betapa rendahnya kinerja polisi," kata Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Eryanto Nugroho, saat berbincang lewat telepon, Jumat (20/11/2009).

Pembatalan dan pemanggilan lewat telepon ini semakin menunjukkan rendahnya kualitas kerja korps Bhayangkara tersebut. Untuk itu masyarakat kini perlu waspada dan terus mengkritisi polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sudah mulai ada gejala kriminalisasi yang dilakukan polisi, Eryanto kembali memperingatkan pada media massa jangan berhenti untuk kritis.

"Kemarin pimpinan KPK dikriminalisasi, sekarang media juga mulai diserang. Tapi jangan takut," imbaunya.

Seperti diketahui, Harian Kompas dan Sindo kemarin dipanggil untuk memberikan keterangan terkait pemberitaan tanggal 4 November 2009 tentang rekaman dugaan rekayasa kasus Chandra dan Bibit yang diputar di Mahkamah Konstitusi. Namun pada pagi tadi, panggilan tersebut sempat dibatalkan lewat telepon.

Siang harinya, kedua media tersebut malah dipanggil kembali, lagi-lagi via telepon. Padahal, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna menegaskan pada aliansi jurnalis yang melakukan demo, tidak jadi memanggil media tersebut.

(mad/Rez)


Berita Terkait