"Dari kasus Bibit dan Chandra, di situ kelihatan tidak ada strong leadership yang dimiliki oleh SBY. Dia lumpuh sebagai leader," ujar pengamat politik dari UI, Rocky Gerung.
Hal itu dikatakan Rocky saat talkshow DPD RI bertema "Bagaimana Mengelola Pemerintahan yang Baik" di gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (20//11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Risiko sebagai pemerintah tidak mau diambil sementara pesona kekuasaannya tetap dipertontonkan," ujar Rocky.
Rocky menambahkan, sebenarnya kabinet SBY dari awal telah dimulai dengan ide-ide bagus dan optimisme, terutama ketika menggelar National Summit. Namun setelah National Summit digelar, muncullah "Criminal Summit". Itu mempertaruhkan leadership SBY, sejauh mana SBY bisa merespons bola liar yang menggelinding sekarang.
"Namun respons SBY malah melempar bola lagi ke institusi lain, dia tidak berani mengambil risiko. Bola ini dilemparkan kembali ke Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4)," tandasnya.
Seperti diberitakan, UKP4 yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto diberi tugas SBY untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dan menyusun langkah memberantas mafia hukum.
(amd/nrl)











































