"Kita yakin berani kalau memang sudah lengkap, artinya berani tapi tidak konyol. Kalau Hendarman berani nabrak tembok ya berani, tapi harus pakai pikiran pakai panser supaya jebol," canda Hendarman dalam rapat kerja antara Komisi III DPR dengan KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11/2009).
Serempak seisi ruangan sidang pun tertawa terbahak-bahak mendengar banyolan Hendarman. Hendarman juga menceritakan pengalamannya 'bertarung' dengan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, hingga saat ini Hendarman sedang menunggu adanya pelengkap missing link antara Ari Muladi dengan pimpinan KPK non aktif, Bibit dan Chandra.
"Apakah alat bukti sudah digali, kayanya ada missing link di Yulianto yang sedang digali," imbuh Hendarman.
Hendarman dalam rapat kemarin, Rabu (18/11), mengemukakan akan memberikan jawaban atas rekomendasi Presiden pada Sabtu (21/11/2009) mendatang. (van/mok)










































