Demikian data yang diperoleh Tim Media Center Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari data Siskohat Departemen Agama di Makkah, Kamis (19/11/2009). Dari data itu tercatat, jamaah yang meninggal dunia paling banyak adalah jamaah pria sekitar 41 orang, wanita mencapai 33 orang.
Rata-rata usai jamaah yang wafat ini 40-49 tahun sekitar 9 orang, usia 50-59 tahun sekitar 25 orang dan lebih dari 60 tahun sekitar 40 orang. Jamaah yang meninggal paling banyak dari kloter yang berasal dari embarkasi Surabaya (17), Surakarta (12), Ujungpandang (10). Jakarta, Bekasi dan Medan masing-masing 6 orang, Batam (5), Aceh (2), Banjarmasin dan Padang masing-masing 3 orang dan Palembang 4 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Daker Makkah H Subakin Abdul Muthalib mengatakan, jumlah jemaah yang mengajukan permohonan untuk dipulangkan ke tanah air lebih awal dari jadwal, usai wukuf dan lempar Jamarat mulai menumpuk dengan berbagai alasan.
"Surat permohonan kepulangan lebih awal yang kami terima ratusan," ujar dia di Makkah, Kamis (19/11).
Namun, kata Subakin, tidak semua permohonan itu bisa dipenuhi. Sebab, kepulangan lebih awal dari jadwal penerbangan diprioritaskan untuk jemaah sakit yang berdasar pertimbangan dokter sudah boleh pulang. "Kalau ada seat kosong yang tersisa, baru bisa dipakai untuk jemaah yang tidak sakit," ujar Subakin menambahkan.
Beragam alasan digunakan jemaah saat mengajukan kepulangan lebih awal dari jadwal. Antara lain, karena urusan dinas yang tidak bisa ditinggal, karena ada urusan keluarga, dan lain-lain. "Ada juga yang beralasan harus menyertai istri yang hendak mengikuti tes penerimaan CPNS," ujarnya.
(zal/mok)











































