Abdullah Hehamahua: SBY Tidak Konsisten

Abdullah Hehamahua: SBY Tidak Konsisten

- detikNews
Kamis, 19 Nov 2009 17:19 WIB
Abdullah Hehamahua: SBY Tidak Konsisten
Palembang - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa dirinya jangan ditekan terkait keputusannya soal perseteruan KPK, Polri, dan Kejaksaan dikritik. Pernyataan itu dinilai menunjukkan SBY tidak konsisten.

Hal tersebut diungkapkan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua, seusai diskusi dengan jurnalis di Hotel Novotel, Jalan R. Sukamto, Palembang, Kamis (19/11/2009).

"SBY itu tidak konsisten karena SBY membentuk Tim 8. Dan Tim 8 ditugaskan mencari fakta dan data, sehingga fakta dan data sudah diserahkan Tim 8 ke SBY, konsekwensi logisnya SBY harus menerima. Tapi kemudian SBY mengatakan saya jangan dipaksa," ujar Abdullah.
Β 
"Logikanya bahwa misalnya SBY memberikan salah satu kebijakan, sebagai kepala negara dan pemerintahan, itu intervensi. Maka pembentukan Tim 8 itu intervensi. Tapi, karena dia merasa sebagai kepala negara dia bertanggungjawab keselamatan negara, dan sebagai kepala pemerintahan, Polri dan Jaksa itu bawahannya, maka dia bentuk Tim 8. Maka rekomendasi Tim 8 itu harus dilaksanakan," lanjut Hehamahua.

Namun demikian, sambung Abdullah, adalah kewenangan Presiden untuk menolak rekomendasi tim 8. Menurutnya, KPK tidak bisa mencampuri hal itu.

"Berarti SBY tidak serius dalam pemberantasan korupsi. Pernyataan dia bahwa dia akan berada di depan, jika KPK diganggu, itu berati hanya omongan belaka, sebab tidak ada realisasinya," tukas Abdullah.

(tw/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads