"Saksi-saksi masih kita periksa di Mapoltabes untuk mengetahui secara detil kejadian," kata Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti, di lokasi kejadian, Jl Cik Di Tiro, Yogyakarta, Kamis (19/11/2009).
Menurut Anny, keenam orang saksi itu di antaranya pemilik rumah wahyu Utomo dan anaknya Sang Hyang Prabu. Dua orang karyawan Apotek Medistra, yakni Nuryal dan Pipin. Sedang saksi lainnya adalah Herly pemilik agen tiket yang berada di samping lokasi serta seorang pemilik warung makan yang ada di seberang lokasi.
"Bisa saja bertambah untuk saksi-saksi seperti satpam atau tukang parkir toko komputer Computa dan korban. Namun untuk sementara masih enam orang saksi," ujar Anny.
Anny menambahkan saat ini pemeriksaan dan olah TKP dari tim Labfor Semarang sudah selesai. Namun pihaknya belum bisa memberikan hasil mengenai sebab-sebab terjadinya ledakan.
Petugas dari Gegana dan labfor juga mengamankan dua tabung gas dan beberapa barang lainya untuk diteliti dan diperiksa. Semua barang yang sudah rusak seperti bekas lemari kaca, etalase, dan rolling door sudah dibersihkan.
(bgs/djo)











































