Syafi'i Ma'arif: SBY Jangan Berkelit!

SBY Tak Mau Dipaksa

Syafi'i Ma'arif: SBY Jangan Berkelit!

- detikNews
Kamis, 19 Nov 2009 12:10 WIB
Syafii Maarif: SBY Jangan Berkelit!
Jakarta - Pernyataan SBY yang meminta tidak dipaksa untuk mengambil langkah yang bukan kewenangannya dinilai mengecewakan. SBY diminta tidak berkelit dan harus melakukan tindakan yang luar biasa atas kasus Bibit-Chandra sesuai rekomendasi Tim 8 bentukannya sendiri.

"Jangan berkelitlah! Yang penting sekarang diperlukan tindakan luar biasa menghadapi kasus yang menghebohkan ini," ujar mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif.

Syafi'i mengatakan itu di sela-sela diskusi bertajuk 'Skandal Korupsi Bank Century Apa Solusinya' di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (19/11/2009).

Menurut cendekiawan ini, tindakan SBY pada kasus Bibit-Chandra nantinya akan menunjukkan pemerintahan apakah masih memiliki legitimasi moral dan sosial. Jika legitimasi moral dan sosial hilang, maka legitimasi konstitusional akan berguguran.

Syafi'i juga menyarankan agar perkara Bibit-Chandra jangan diteruskan ke pengadilan sampai SBY bertindak pada Senin (23/11/2009). Sebab berdasarkan rekomendasi Tim 8 kasus Bibit-Chandra tidak cukup bukti untuk diteruskan ke pengadilan.

"Apakah tipikal SBY mampu mengambil langkah radikal dalam menghadapi masalah ini?" tanya wartawan.

"Saya punya kalimat peribahasa, tapi saya tidak menunjuk kepada seseorang, anggaplah kepada bupati atau camat. Jangan berharap tanduk sama kuda. Paham kan? Kuda kan nggak punya tanduk ya nggak bisa dong," jawab Syafi'i taktis.

SBY berpidato dalam rapat kabinet terbatas tentang laporan dan rekomendasi Tim 8 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/11/2009) kemarin.

"Jangan pula saya sebagai Presiden didorong, dipaksa mengambil langkah yang bukan wewenang saya. Karena kalau saya lakukan, itu artinya saya melawan konstitusi," ujar SBY.

(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads