Syafi'i: Apa Tidak Ada Persoalan Lebih Besar yang Harus Dilaksanakan?

SBY Ancam Tindak Rumor

Syafi'i: Apa Tidak Ada Persoalan Lebih Besar yang Harus Dilaksanakan?

- detikNews
Kamis, 19 Nov 2009 12:10 WIB
Syafii: Apa Tidak Ada Persoalan Lebih Besar yang Harus Dilaksanakan?
Jakarta - Presiden SBY mengancam akan melakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong terkait diri dan keluarganya. Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif pun mempertanyakan pernyataan SBY tersebut.

"Saya rasa sah-sah saja untuk mengatakan itu. Tetapi apakah tidak ada persoalan yang lebih besar yang harus dilaksanakan seorang presiden yang dipilih oleh 60,8 persen rakyat?" kata Syafi'i saat ditemui di sela-sela diskusi 'Skandal Korupsi Bank Century, Apa Solusinya?' di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (19/11/2009).

Menurut Syafi'i, bangsa ini memiliki masalah yang jauh lebih besar ketimbang soal rumor seperti yang dikhawatirkan SBY, yakni pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Masalah inilah yang menurut Syafi'i harus mendapatkan perhatian lebih utama dari SBY.

"Masalah besar kita ini kan melawan korupsi, penegakan hukum, jangan di pinggir-pinggir dulu. Yang besar-besar dulu. Pertama menurut saya, yang perlu secepatnya dilaksanakan adalah hasil temuan dan rekomendasi Tim 8. Jangan tunggu-tunggu lagi agar jangan masuk angin," kata Syafi'i.

Pria kelahiran Sumatera Barat, 31 Mei 1935 ini berpendapat, bisa saja perkataan SBY itu sengaja dilontarkan untuk mengalihkan isu. "Ya, bisa (pengalihan isu). Itu sebabnya makin lama tafsiran dan spekulasi liar akan menjadi-jadi. Dan itu berbahaya sekali," tegasnya.

Syafi'i menambahkan, sudah saatnya SBY mengambil tindakan nyata terkait konflik KPK vs Polri ini agar keadaan segera membaik. Ketegasan sikap SBY juga penting untuk menghilangkan kecurigaan rakyat terhadap pemerintah.

"Yang kita perlukan sekarang adalah tindakan radikal tapi terkontrol dari seorang presiden untuk memperbaiki keadaan, kecurigaan rakyat kepada kepemimpinan. Jawab dengan tindakan, tidak boleh hanya berotak-atik memakai kalimat yang sesungguhnya tidak punya bobot," tandas penerima Magsaysay Award 2008 kategori Perdamaian dan Pemahaman Internasional ini.

(sho/nrl)


Berita Terkait